Masa Depan Pekerja Independen

posted in: In-Depth 0

Sudah hampir 2 tahun kita berada di situasi pandemi, banyak pekerja yang merasakan dampaknya, tak terkecuali pekerja independen. Pengertian pekerja independen sendiri adalah pekerja yang tidak terikat pada satu perusahaan, seringkali mengerjakan pekerjaan-pekerjaan jangka pendek atau per proyek. Lalu, bagaimana dengan masa depan dunia kerja terutama pekerja independen?

Dampak pandemi

Jika dilihat secara umum, per Januari 2021, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan sebanyak 3,5 juta orang harus kehilangan pekerjaannya akibat pandemi virus Covid-19. Total pengangguran di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mencapai 29,12 juta orang.

Flourish Ventures dalam laporannya “The Digital Hustle: Gig Worker Financial Lives Under Pressure” mengevaluasi bagaimana 586 pekerja independen, seperti para pengemudi aplikasi online, penjual online, penyedia jasa rumah tangga, dan kurir pengiriman, mengatasi pandemi Covid-19. Hasilnya, 86% pekerja independen penghasilannya berkurang, 66% dari mereka mengatasi dampak pandemi dengan mengurangi konsumsi, dan 61% dari mereka mencari penghasilan dari pekerjaan baru.

Salah satu pekerja independen di bidang seni dan desain grafis, Naomi, mengatakan proyek-proyek desain grafis yang berkaitan dengan acara offline banyak yang dibatalkan, total ada sekitar 4 proyek yang dia lepas saat pandemi. Klien yang ada pun banyak mengalihkan anggaran mereka untuk merekrut tim internal dibanding menggunakan pekerja lepas.  Berbeda dengan proyek desain grafisnya, proyek di bidang seni masih tetap lancar berjalan selama pandemi. Proyek seni seperti membuat kolase, mural, dan merchandise, masih berjalan seperti biasa.

Pekerja seni lainnya, Paskalis Kunang, seorang seniman visual yang membuka jasa desain custom mainan, mengaku malah kebanjiran order selama pandemi. Kunang mengatakan industri hobi memang rata-rata mengalami peningkatan selama pandemi, seperti sepeda dan tanaman, hobi mainan pun ikut naik. Rata-rata klien Kunang berada di Amerika, Singapura, dan Filipina. Dari negara-negara tersebut banyak sekali permintaan untuk custom mainan selama pandemi. Kunang pun memanfaatkan kesempatan ini sambil menyiapkan proyek baru, harapannya setelah pandemi dan pesanan tidak sebanyak sekarang, Kunang sudah siap dengan proyek barunya.  

Pekerjaan dan skill yang akan berkembang

World Economic Forum merilis laporan “The Future of Jobs 2020”, di dalam laporan tersebut ada beberapa pekerjaan yang akan terus berkembang sampai tahun 2025. Di antaranya cloud computing (termasuk di dalamnya Site Reliability Engineer, Platform Engineer, dan Cloud Engineer), produksi konten (termasuk Social Media Assistant dan Content Specialist), Data dan AI (termasuk Artificial Intelligence Specialist dan Data Scientist), engineering (termasuk Phyton Developer dan Full Stack Engineer), marketing (termasuk Growth Hacker dan Digital Marketing Specialist), pekerjaan yang berkaitan dengan sumber daya manusia (termasuk recruiter dan Talent Acquisition Specialist), product development (termasuk Product Owner dan Quality Assurance Tester), dan sales (termasuk Customer Success Specialist dan Sales Development Representative).

Sedangkan skill teratas untuk tahun 2025 adalah analytical thinking dan inovasi, strategi pembelajaran, penyelesaian masalah yang kompleks, berpikir kritis dan analisis, kreativitas dan inisiatif, kepemimpinan dan pengaruh sosial, penggunaan teknologi, desain teknologi dan pemograman, toleransi stres dan ketahanan, kemampuan berpikir dan membuat ide, kecerdasan emosional, penyelesaian masalah dan pengalaman pengguna, evaluasi sistem, dan negosiasi.

Pekerjaan dan skill teratas untuk tahun 2025 yang dirilis oleh World Economic Forum jika dilihat memang kebanyakan ditujukan untuk seseorang yang bekerja di sebuah perusahaan, tapi untuk pekerja independen juga bisa mengambil beberapa poin di atas. Misalnya, untuk produksi konten, pekerja independen bisa lebih mengembangkan media sosial dan media digital lainnya untuk pekerjaan independennya. Baik itu mengembangkan skill sebagai content creator maupun hanya menggunakan media sosial untuk mempromosikan karya atau portofolio dari pekerjaan yang pernah dibuat.

Kreativitas dan membuat ide juga masih jadi skill teratas di tahun 2025. Pekerja independen harus terus berinovasi dan melahirkan ide-ide kreatif baru agar tetap relevan.

Masa depan cerah untuk mereka yang berusaha

Menurut Naomi, masa depan pekerja independen sebagai pekerja seni masih sangat cerah, masih banyak kesempatan di masa depan. Naomi pun optimis untuk memfokuskan dirinya di sini. Sedangkan untuk pekerjaan lepasnya di bidang desain grafis, Naomi mengaku untuk bertahan di masa depan perlu menguasai skill-skill baru yang relevan. Sedangkan menurut Kunang, sebagai pekerja seni, yang menentukan masa depan pekerja independen adalah individunya. Para pekerja independen harus mau berusaha untuk terus maju dan mengeluarkan inovasi-inovasi agar tetap bertahan.

Data dari World Economic Forum dalam laporan “The Future of Jobs 2020” untuk negara Indonesia, 59% perusahaan akan mempekerjakan pekerja lepas yang mempunyai skill yang relevan dengan teknologi baru.

Tampaknya masa depan memang akan cerah untuk pekerja independen yang terus berusaha belajar dan menambah ilmu serta skill baru yang relevan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *