Mengenal Profesi Designer Toys Artist di Indonesia

posted in: In-Depth 0

Apa yang terlintas di pikiranmu kalau mendengar kata “Designer Toys Artist”? Mungkin profesi ini memang belum banyak di Indonesia, tetapi kalau mendengar nama designer toys artist yang sudah terkenal di dunia, pasti rasanya familiar dengan namanya. Sebut saja KAWS, Frank Kozik, dan Michael Lau.

Di Indonesia sendiri sudah ada yang menekuni profesi designer toys artist, salah satunya Paskalis Kunang. Kunang sendiri mulai serius menekuni profesi ini di Desember 2018, saat ia resign dari kantornya. Tahun ini jadi tahun ketiganya berkarya sebagai designer toys artist.

Sebenarnya apa sih yang dikerjakan designer toys artist? Pekerjaan ini memang termasuk ke pekerjaan seni, bisa dibilang orang yang berprofesi sebagai designer toys artist adalah seniman. Seni yang dikerjakan adalah karya figuratif kecil, makanya disebut mainan, kalau bentuknya besar biasanya disebut patung.

Sebenarnya Kunang sudah mulai tertarik dengan profesi ini sejak kuliah karena keunikannya. Namun, Kunang berkali-kali gagal saat mencoba membuat karya. Akhirnya, ia sempat beralih ke grafiti, setelah itu barulah Kunang berhasil custom mainannya sendiri yang akhirnya dipamerkan di pameran. Saat itu ia memposting karyanya di Instagram. Mulai dari situlah Kunang mulai banyak dapat pesanan dari luar negeri. Ia pun menyadari kalau ternyata pasar untuk mainan custom sudah besar di luar negeri dan sudah terbentuk pasarnya. Saat pesanan sudah menumpuk, akhirnya Kunang nekat resign untuk mengurus bisnis custom mainannya dan menekuni profesi designer toys artist.

Makin aktif Kunang memposting hasil karyanya yang punya ciri khas pointilis dan tulang-tulang, makin banyak pesanan yang masuk, sampai akhirnya ia harus menutup pesanan. Ia mengaku menemukan apa yang ia mau saat berpindah profesi dari karyawan swasta menjadi designer toys artist. Awalnya memang berat dan butuh banyak motivasi, tapi akhirnya ia bisa menjalankan profesi ini sampai sekarang. Ia merasa profesi ini memang harus dijalankan purnawaktu agar hasilnya tidak setengah-setengah.

Penghasilan Kunang sendiri sebagai designer toys artist datang dari jasa custom mainan, produksi mainan sendiri, kerja sama dengan produser yang memproduksi mainan, dan rencananya ke depannya ia akan mengeluarkan produk untuk seniman lainnya.

“Jadi designer toys artist itu kayak bikin usaha sendiri jadi otak bisnisnya harus jalan. Harus terus berinovasi, biar nggak gitu-gitu aja dan bisa tumbuh bareng kolektornya,” kata Kunang. Karyanya harus berkembang, menawarkan nilai lebih, dan harus kreatif memikirkan cara agar pelanggan awal bisa jadi langganan terus. Untuk caranya sendiri, Kunang mengaku banyak belajar dari buku yang dibacanya. Misalnya saja ia akhirnya punya ide untuk mengeluarkan program VIP Collector untuk pelanggan setianya agar bisa membeli koleksinya terlebih dahulu sebelum dijual secara resmi.

Kunang menyarankan untuk yang mau memulai karier sebagai designer toys artist untuk mulai dari hobi, jangan fokus ke uang yang dihasilkan dulu. Berkarya lah dan coba tes pasar, kalau memang ada pasarnya dan ada yang pesan terus bisa jadi ada potensi untuk dikerjakan dengan serius. Selain menggunakan media sosial sebagai ajang berkarya dan validasi pasar, ia juga menyarankan untuk riset pasar ke acara di luar negeri agar bisa melihat animo untuk designer toys ini seperti apa.

Kunang juga berpesan agar membangun jejaring ketika pergi ke acara-acara pameran, jangan hanya fokus untuk menghasilkan uang, tapi cari kenalan baru dan ngobrol dengan sesama designer toys artist. Jaga dan perluas jejaring untuk membuka jalan atau proyek-proyek baru.

Berprofesi sebagai designer toys artist sekaligus kepala keluarga memang tidak mudah, Kunang sendiri belajar untuk mengelola keuangan dengan baik, misalnya menetapkan target tahunan dan menyusun beberapa rencana untuk mencapai target tersebut. Untuk yang mau serius menjalankan profesi ini memang perlu perencanaan yang matang.

Jadi, apakah kamu juga tertarik untuk menjadi designer toys artist?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.