Ketika Anak Terkena Covid-19 dan Harus Isoman

posted in: Kesehatan & Olahraga 0

Saat anak positif Covid-19 sedangkan orang tua atau pengasuh negatif, apakah yang harus dilakukan? Tentu kondisinya akan berbeda ketika orang tua atau pengasuh juga statusnya positif, maka anak dapat melakukan isolasi mandiri bersama orang tua atau pengasuh. Namun, jika statusnya berbeda, dr. Nina Dwi Putri, Sp.A (K) dalam webinar di kanal Youtube RSCM Jakarta memaparkan beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan agar isolasi mandiri anak dapat berjalan dengan lancar.

Pertama, berikan dukungan psikologis untuk anak. Ceritakan alasan kenapa anak harus isolasi mandiri, agar anak bisa mengerti. Jelaskan anak harus isolasi mandiri, agar keluarga tetap sehat. Ibaratkan anak sebagai seorang kesatria yang melindungi orang lain dari Covid-19. Jika anak gelisah melihat berita atau pun mendengar sesuatu tentang Covid-19, tenangkan anak.

Anak tetap bisa diasuh oleh orang tua atau pengasuh yang statusnya negatif, tetapi hindari paparan cairan tubuh anak. Jika terpapar, orang tua atau pengasuh bisa langsung ganti baju dan cuci tangan. Selama isolasi mandiri, anak yang sudah lebih besar bisa diajarkan untuk merawat dan mengerjakan hal-hal yang bisa mereka kerjakan sendiri, misalnya membereskan kamar, dan yang lainnya. Orang tua atau pengasuh juga bisa mencarikan aktivitas yang bisa dilakukan anak selama isolasi mandiri.

Siapa yang harus merawat anak?

Perlu diingat jika anak positif dan anggota keluarga lainnya negatif, pilih salah seorang yang bisa mengasuh anak dan pastikan pengasuhnya memiliki risiko rendah terhadap gejala berat Covid-19. Jangan meminta kakek atau nenek mengasuh anak, karena kakek dan nenek memiliki risiko tinggi terhadap gejala berat Covid-19. Cukup satu orang tua atau pengasuh saja yang mengasuh anak. Setelah anak selesai isolasi mandiri, orang tua atau pengasuh tetap harus melakukan isolasi mandiri untuk menghindari kemungkinan masa inkubasi. Sebaliknya, jika anak negatif namun orang tua positif, hindari menitipkan anak ke pengasuh yang punya risiko tinggi.

Bagaimana cara melakukan protokol kesehatan di rumah?

Hindari paparan cairan tubuh dari anak yang positif dengan memakaikan anak masker, terutama untuk anak usia di atas 2 tahun. Ajarkan anak untuk menggunakan dan melepas masker sendiri, serta menggunakan masker yang tepat. Berikan juga waktu untuk istirahat menggunakan masker, saat anak berada di ruangan sendiri atau berjarak 2 meter dari pengasuh. Masker juga tidak perlu digunakan anak saat tidur.

Cuci tangan sesering mungkin ketika mengasuh anak, lalu bersihkan secara berkala benda-benda yang sering dipegang oleh anak, misalnya gagang pintu atau mainannya. Pisahkan anak di area sendiri, termasuk untuk area makan dan area mandi jika memungkinkan. Pastikan sirkulasi udara juga baik, buka jendela secara berkala. Khususkan juga alat makan untuk anggota keluarga atau anak yang sedang positif, jangan sampai tercampur.

Bagaimana jika anak bergejala?

Sebagian besar anak akan bergejala ringan, seperti batuk, pilek, demam, dan lainnya. Beri perhatian khusus untuk anak yang mempunyai penyakit menahun, seperti autoimun, diabetes, kanker, sakit jantung, dan yang lainnya. Utamakan menghubungi dokter secara online atau telekonsultasi agar anak tidak dibawa pergi ke luar. Jika memang harus diperiksakan langsung ke dokter, cari fasilitas khusus yang sudah disediakan pemerintah atau rumah sakit khusus yang dapat menangani Covid-19, cari tahu terlebih dahulu sebelum bepergian.

Pengobatan dan pemantauan di rumah

Obat Covid-19 untuk anak adalah pemantauan: pantau suhu, asupan makanan, dan saturasi. Pengobatan sifatnya hanya untuk membuat anak nyaman, hindari memberikan obat antivirus atau antibiotik tanpa berkonsultasi dulu ke dokter. Sebisa mungkin berikan makan makanan yang bergizi dan bervitamin, seperti sayuran dan buah. Bila perlu dan tersedia di rumah, dapat juga ditambahkan vitamin. Sebagian besar anak akan membaik sendiri dengan daya tahan tubuhnya.

Tanda bahaya dan perhatian khusus

Perhatikan jika anak banyak tidur, bernapas cepat, ada cekungan di dada, saturasi oksigen di bawah 95%, muntah mencret tidak bisa masuk asupan, menunjukkan tanda dehidrasi, kejang, demam terus-menerus dengan mata merah, ruam, dan leher bengkak, serta anak dengan penyakit penyerta, segera hubungi fasilitas kesehatan yang melayani Covid-19 agar anak dapat diperiksa bila tanda-tanda ini terlihat pada anak.

Untuk ibu dan bayi yang baru lahir

Jika ibu positif dan bayi negatif, ibu bisa tetap menyusui langsung dengan menjaga protokol kesehatan. Apabila ibu bergejala, tidak bisa merawat bayi atau melakukan protokol kesehatan, maka perah ASI karena ASI adalah yang utama karena mengandung antibodi, dan bersihkan botol ASI sebelum diberikan ke pengasuh.

Selesai isolasi

Umumnya gejala akan hilang setelah 14 hari. Dianjurkan anak tetap melakukan swab di akhir masa isolasi tetapi tidak usah terburu-buru, lakukan swab 10-14 hari setelah hari pertama gejala atau dari hasil swab positif untuk yang tidak bergejala. Untuk anak yang mengalami gejala berat, hubungi dokter karena ada kemungkinan masa menular akan lebih panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.