Kebun Raya Glow Bogor

posted in: Opini 0

Oleh: Jajaka Kota Bogor – Angga Sopyan

Tepat di bulan Maret 2020 Indonesia terkena wabah Coronavirus Disease 2019 atau yang dikenal sebagai Covid-19. Virus ini menyebabkan beberapa sektor perekonomian menjadi lumpuh dan sulit untuk berkembang, salah satunya adalah sektor industri pariwisata. Semenjak adanya virus ini di Indonesia, mulai banyak obyek wisata yang ditutup untuk sementara dikarena untuk mencegah penyebaran dari virus covid-19 ini. Namun setelah sekian lama banyak obyek wisata, pusat perbelanjaan, restoran, sekolah, dan kantor ditutup dan menjalankan work from home, study from home, dan stay at home, akhirnya pemerintah mulai merancang protokol kesehatan dan merancangkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). PSBB ini diterapkan di Indonesia pertama kali pada 10 April 2020 yang dilaksanakan di DKI Jakarta. Setelah angka penyebaran covid-19 sudah mulai berkurang, pemerintah Indonesia mulai menerapkan masa new normal pada bulan Juni 2020. Dengan berlakunya masa new normal masyarakat sudah mulai bisa melakukan kegiatannya diluar rumah namun tetap menerapkan protokol kesehatan 3M (Menggunakan masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci tangan sesering mungkin), dan pada masa new normal inilah sudah mulai banyak obyek wisata, pusat perbelanjaan, dan kantor yang beroperasi namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah disosialisasikan sebelumnya.

Salah satu wisata yang aman di masa pandemi saat ini adalah wisata alam. Dimana, wisata alam berada di luar ruangan yang akan mempengaruhi proses sirkulasi udara yang baik dan berdampak pada kurangnya resiko penyebaran Covid-19. Salah satu wisata alam terbesar di Kota Bogor adalah kebun raya Bogor, yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. 

Pada mulanya kebun raya Bogor hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda. Namun pada perkembangannya pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan sebagai wadah bagi ilmuwan terutama bidang botani di Indonesia secara terorganisasi pada zaman itu (1880 – 1905). Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894). Kebun Raya Bogor menyimpan lebih dari 15.000 jenis varietas tanaman yang dibedakan berdasarkan jenis dan kebutuhan tanaman yang ada.

Kebun Raya Glow adalah salah satu project atau program yang dibuat oleh Management Kebun Raya Bogor untuk memfasilitasi wisatawan agar dapat berkunjung pada Kebun Raya Bogor di malam hari. Pengunjung tidak perlu khawatir akan suasana kebun yang gelap karena adanya instalasi lampu dan proyeksi visual yang membuat kesan gemerlap , selain itu iringan music dan narasi yang diberikan akan memberikan kesan menarik dan pengalaman wisata yang menyenangkan berkunjung ke Kebun Raya Bogor di malam hari. 

Glow Kebun Raya terdiri dari enam zona dengan total puluhan atraksi wisata. Enam zona tersebut adalah Taman Pandan, Taman Meksiko, Taman Akuatik, Lorong Waktu, Taman Astrid, dan Taman Ecodome. Pengunjung akan berjalan kaki selama sekitar satu jam menjelajahi tiap zona tersebut, dimulai dari zona pertama dan berakhir di zona keenam. Tiap zona akan memiliki pemandu yang akan mengatur arus pengunjung sekaligus menjelaskan atraksi yang ada mulai dari sejarah hingga pengetahuan mengenai pohon dan tumbuhan yang menjadi koleksi di Kebun Raya Bogor melalui suara dan projection mapping.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *