Pranala.news – Sinergi antara organisasi profesi jurnalis dan institusi pendidikan kembali digalang untuk membekali generasi muda dengan literasi digital yang mumpuni.
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bengkulu Tengah secara resmi meluncurkan program unggulan bertajuk “Sapa Sekolah” dengan tema strategi “Cerdas Bermedia, Bebas dari Hoaks” .

Kegiatan ini fokus pada pemberian edukasi kepada para siswa agar mampu menyaring informasi serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Ketua SMSI Kabupaten Bengkulu Tengah, Candra Irawan, S., S.IP., CPLA , menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk tanggung jawab sosial insan media terhadap masyarakat, khususnya generasi muda di bangku sekolah.
Inisiatif komprehensif ini menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.
”SMSI Kabupaten Bengkulu Tengah mempunyai program yang luar biasa bagus untuk sekolah baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA, yaitu program Sapa Sekolah.
Dengan mengusung tema ‘Cerdas Bermedia, Bebas dari Hoaks’, kami ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengguna yang cerdas dan kritis,” ujar Candra Irawan.
Materi yang disampaikan dalam program ini meliputi:
- Memahami cara kerja media dan pencarian berita yang sah.
- Teknik dasar mengenali dan menyaring informasi palsu.
- Tata cara berinteraksi di ruang siber secara bijak guna menangkal penyebaran hoaks yang kian masif.
Respon positif mengalir dari pihak sekolah penerima manfaat. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah, Haryantoni, M.Pd. , menyambut kehadiran hangat tim SMSI dan mengapresiasi relevansi materi yang diberikan bagi perkembangan karakter siswa di era digital.
“Terima kasih, kami selaku wakil dari salah satu wakil kepala di SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah ini menyambut baik dan berterima kasih dengan program SMSI Kabupaten Bengkulu Tengah. Mendengar paparan tadi sangat positif, jadi ini memberikan pemahaman pengetahuan kepada murid-murid kita semua tentang kewartawanan, jurnalistik, dan media-media sosial,” ungkap Haryantoni.
Lebih lanjut lagi, Haryantoni pentingnya kolaborasi antara sekolah dan media dalam membangun ekosistem pendidikan yang transparan dan informatif.
Ia menilai peran wartawan bukan sekedar peliput berita, melainkan mitra strategis dalam memajukan institusi pendidikan.
”Kita tidak bisa melakukan sesuatu kegiatan tanpa ekspos orang lain. Tinggal lagi bagaimana kita mencermati situasi dan kondisinya, nampaknya memang kita butuh media dan wartawan sebagai mitra dalam melakukan berbagai kegiatan dan program baik di sekolah maupun di bidang lain. Saya pikir selagi itu positif dan memang benar-benar dia, itu membangun bangsa ini, ya jadi kita sangat mendukung,” jelasnya.
Haryantoni juga menyoroti dampak nyata pemberitaan media terhadap reputasi dan motivasi sekolah. Menurutnya, validasi dari pihak ketiga melalui media massa memiliki bobot kepercayaan yang lebih tinggi di mata publik dibandingkan promosi mandiri.
”Banyak kegiatan di sekolah, tapi kalau diekspos oleh wartawan tentang positif dan bagusnya sekolah, kan agak beda buahnya. Misalnya disiarkan bahwa SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah memperoleh prestasi ini dan itu, masyarakat akan melihat media yang menyiarkan ini lebih mantap daripada sekolah sendiri yang menyiarkannya. Nah, itu peran kawan-kawan wartawan, selagi ini positif dan saling bersinergi membangun, kami sangat terbuka untuk mampir,” tutup Haryantoni.
Komitmen bersama antara SMSI Bengkulu Tengah dan SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Bengkulu Tengah.
Melalui hadirnya program Sapa Sekolah, diharapkan lahir generasi pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas digital yang kuat sebagai landasan demokrasi yang sehat di masa depan.










